Arti Dan Makna Lagu Argumentasi Dimensi - FourTwnty

Arti Dan Makna Lagu Argumentasi Dimensi – FourTwnty

Argumentasi Dimensi adalah salah satu lagu yag menarik untuk disimak dari Fourtwnty. Lagu ini dirilis pada tahun 2015 lalu bersamaan dengan rilisnya album Lelaku.

Lagu ini menceritakan tentang perjuangan dan tantangan yang harus di hadapi seseorang dalam hidupnya.

Dikutip dari anaksenja.com, dapat diartikan sebagai perasaan terjebk atau merasa terlambat dalam situasi yang sulit. Sang Penulis menunjukan bahwa kebutuhan untuk beristirahat dan meluangkan waktu untuk merenung dan memulihkan diri sebelum melanjutkan perjuangan.

Mungkin merujuk pada target atau tujuan yang sangat tinggi yang membuat seseorang merasa tegang dan terbebani. Sebagai seseorang yang tidak memiliki tempat untuk cerita, terkadang kita juga perlu dorongan dan dukungan dari seseorang.

Secara keseluruhan lagu ini menggambarkan tentang perjuangan dan tantangan hidup. Dan terkadang kita harus kuat dan jangan menyerah sedikitpun.

Lirik Dari Lagu Argumentasi Dimensi – FourTwnty

Terlalu lama mata tenggelam
Terlalu lama dunia terdiam.
Berteduh
Sejenak.
Berteduh sejenak hingga malam.

Terlampau tinggi tak peduli waktu
Berjalan hari dan terbujur kaku.
Bersandarlah
Bertahanlah.
Kami selimut hangat khayalanmu.

Usap terus keringatmu
Jangan gugur dan terbunuh.
Argumentasi dimensi
Terbakar hingga sendiri.
Sendiri
Sendiri.

Terlampau tinggi tak peduli waktu
Berjalan hari dan terbujur kaku.
Bersandarlah
Bertahanlah.
Kami selimut hangat khayalanmu.

Usap terus keringatmu
Jangan gugur dan terbunuh.
Argumentasi dimensi
Terbakar hingga sendiri.

Usap terus keringatmu
Jangan mau gugur dan terbunuh.
Argumentasi dimensi
Terbakar hingga sendiri.
Sendiri
Sendiri.

Menjauhlah darinya
Temanmu bukan dia.

Usap terus keringatmu
Jangan gugur dan terbunuh.
Argumentasi dimensi
Terbakar hingga sendiri.

Usap terus keringatmu
Jangan mau gugur dan terbunuh.
Argumentasi dimensi
Terbakar hingga sendiri.

Usap terus keringatmu.
Jangan mau gugur dan terbunuh
Argumentasi dimensi.

Baca Juga : Cinta Yang Tak Selalu Abadi, Salam Perpisahan – Aruma